TENTANG ABORSI KLINIK KURET TANGERANG
Aborsi adalah suatu prosedur yang dilakukan untuk mengakhiri masa kehamilan dengan sengaja sebelum janin dapat hidup di luar kandungan. Prosedur ini dilakukan untuk mengangkat jaringan kehamilan, janin, dan plasenta dari rahim.
Di beberapa negara, aborsi dianggap prosedur yang legal. Berbeda dengan fakta aborsi di Indonesia yang masih dianggap ilegal kecuali atas persetujuan dokter. Umumnya, aborsi disetujui berdasarkan alasan atau pertimbangan medis tertentu karena kondisi fisik hingga komplikasi kehamilan yang membahayakan nyawa bayi maupun ibu.
Perlu diketahui bahwa aborsi tidaklah sama dengan keguguran karena proses berakhirnya kehamilan terjadi tanpa intervensi medis. Ada banyak alasan yang membuat seseorang mengambil keputusan untuk melakukan rosedur ini Tidak menutup mata bahwa ada banyak wanita atau pasangan akhirnya mengambil keputusan aborsi karena kehamilan yang tidak direncanakan. Maka dari itu, merencanakan kehamilan menjadi hal yang perlu dilakukan.
Berikut beberapa alasan mengapa seorang wanita memutuskan untuk melakukan aborsi, seperti:
· Masalah dan kondisi pribadi.
· Risiko kesehatan yang terjadi pada ibu .
· Bayi akan mengalami kondisi medis tertentu setelah lahir
· KTD ( kehamilan yang tidak di inginkan
· Pemerkosaan
PERCAYAKAN KEPADA DOKTER SPESIALIS KAMI
Dilihat dari sisi kesehatan atau pun sanksi hukum , tindakan aborsi memang memiliki risiko yang tidak sedikit. Risiko yang ada menjadi lebih tinggi ketika aborsi dilakukan secara ilegal tanpa adanya jaminan keamanan secara klinis. Bukan hanya mengancam keselamatan jiwa pasien ,namun praktik aborsi ilegal juga menyebabkan pihak yang menangani aborsi berisiko dipidanakan. Adapun tempat praktik kuret ilegal yang dituju oleh wanita yang ingin menggugurkan kandungannya biasanya berupa klinik kuret tidak resmi.
Kendati dokter yang menangani memiliki latar belakang medis , belum tentu praktik aborsi dilakukan dengan dukungan peralatan atau fasilitas yang sesuai.Di Indonesia khususnya , Selain klinik kuret tidak resmi,para wanita juga menggugurkan kandungannya dengan bantuan dukun pijat.Tentunya ini merupakan tindakan yang sangat berbahaya.
Terlebih dukun pijat melakukan praktik kuret tanpa keahlian medis maupun peralatan yang sesuai.Tindakan kuret lainnya yang tidak kalah berisiko adalah melakukan upaya kuret sendiri dengan mengonsumsi obat-obatan kuret maupun jamu peluntur. Jangan sampai kecerobohan Anda membahayakan diri sendiri maupun orang lain. Pastikan Anda selalu berkonsultasi dengan konselor atau ahli medis yang berwenang mengenai prosedur aborsi yang aman.
Salah satunya dengan mempercayakannya pada dokter spesialis (SP.OG) dari Klinik kuret Bandung.Tindakan kuret di Klinik Aborsi Tangerang ditangani oleh Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi (SP.OG) yang sudah memiliki segudang pengalaman dalam bidang kuretase. Pelayanan kuretase yang ramah,didukung pengalaman yang mereka miliki , tindakan kuret yang dilakukan dijamin berlangsung dengan aman,sehat,dan tuntas.
PEMBAYARAN DI KLINIK KURET TANGERANG
Pembayaran di klinik kuret Tangerang di lakukan setelah Tindakan Medis (Cash di Tempat ) , hati – hati dengan modus seperti Transfer dahulu atau Deposit , kami selalu memberikan garansi & jaminan ke setiap pasien - pasien kami sampai tuntas atau menstruasi.
Klinik Tangerang Menggunakan Metode Aborsi yang Aman Sesuai Rekomendasi WHO
DUA METODE TINDAKAN MEDIS YANG KAMI LAKUKAN
Metode aborsi vakum aspirasi ini melibatkan evakuasi isi rahim, baik secara manual menggunakan aspirator plastik genggam maupun menggunakan Vakum Elektrik. Tingkat keberhasilan dari metode ini mencapai 98% sampai dengan 100%, untuk usia kehamilan maksimal 14 minggu. Sementara waktu yang dibutuhkan untuk proses aborsi menggunakan metode vakum aspirasi ini berkisar antara 10 hingga 15 menit, tergantung pada usia kehamilan. Dapat juga dilakukan pada tingkat dasar untuk pasien rawat jalan dengan menggunakan anestesi lokal.CARA
KERJA ASPIRASI VAKUM
Aspirasi vakum berlangsung sekitar 15 menit, namun persiapan dan perawatan pasca prosedur ini dapat berlangsung beberapa menit. Sebelum memulai prosedur ini, spesialis kebidanan dan kandungan akan memeriksa panggul atau melakukan USG untuk memastikan ukuran, posisi, dan kondisi rahim pasien. USG juga dapat dilakukan untuk memandu dokter selama proses aspirasi.
Kemudian, dokter akan memasukkan speculum ke dalam vagina untuk membuka dinding vagina. Sehingga, dokter dapat melihat leher rahim. Pasien mungkin merasakan sedikit tekanan selama proses ini berlangsung, namun biasanya tidak akan terasa sakit.
Dokter dapat mengubah posisi speculum jika pasien merasa sakit atau tidak nyaman. Leher rahim pasien akan dibaluri dengan larutan antiseptik sebelum tentakulum dimasukkan untuk melakukan pembukaan. Tentakulum akan menahan leher rahim dalam posisi yang tepat selama prosedur berlangsung. Dokter akan menyuntikkan bius lokal pada 2 atau lebih daerah leher rahim pasien untuk mengurangi rasa sakit dan tidak nyaman selama prosedur. Setelah bius lokal diberikan, dokter akan memasukkan dilator untuk membuka leher rahim secara bertahap. Langkah ini biasanya dilakukan dalam 2 menit atau kurang.
Lalu, sebuah kanula, atau alat yang terhubung dengan perangkat vakum genggam atau listrik, akan dimasukkan ke dalam pembukaan leher rahim dan kemudian ke dalam rahim. Tabung yang berbentuk jerami ini akan bergerak maju-mundur untuk menghisap jaringan yang tersisa dalam rahim pasien. Prosedur aspirasi biasanya berlangsung selama beberapa menit, tergantung pada jumlah jaringan yang tersisa dalam rahim.
Pasien mungkin merasa kram pada perut bagian bawah ketika rahim berkontraksi dan dikosongkan. Kontraksi ini merupakan hal yang alami dan berfungsi untuk meremas serta menutup pembuluh darah dalam rahim. Kram ini dapat terasa ringan hingga parah, dan akan hilang secara bertahap setelah prosedur selesai.
Setelah aspirasi, jaringan akan diangkat dan diperiksa untuk menentukan apakah rahim sudah bersih.
Setelah prosedur selesai, pasien akan dipindahkan ke ruang pemulihan untuk melakukan pemeriksaan singkat pasca prosedur. Prosedur USG lainnya dapat dilakukan untuk menentukan apakah prosedur sebelumnya berhasil dilakukan dan semua jaringan kehamilan yang tersisa telah tersedot.
Konsultasi lanjutan biasanya dijadwalkan 2 minggu kemudian, di mana dokter akan melakukan atau merujuk pasien untuk melakukan tes infeksi. Prosedur lanjutan lainnya dapat dijadwalkan jika jaringan kehamilan masih tersisa. Aspirasi vakum untuk menangani keguguran kandungan umumnya aman untuk dilakukan.
Siapa yang Perlu Menjalani Aspirasi Vakum dan Hasil yang Diharapkan
Pasien KTD ( kehamilan Tidak Di Inginkan ) atau Pasien ibu hamil yang mengalami keguguran kandungan sebelum 20 minggu masa kehamilan dapat menjalani aspirasi vakum untuk mengangkat jaringan mati pada rahim, terutama jika mereka telah mencoba menunggu jaringan mati keluar secara alami maupun menggunakan obat namun hasilnya tidak sesuai harapan.
Hasil yang diharapkan dari prosedur ini adalah rahim yang kembali menjadi bersih dan sehat. Beberapa penelitian juga menyatakan bahwa prosedur ini memberikan efek yang baik terhadap kondisi emosional pasiennya.