KLINIK KURET TANGERANG | KLINIK KURET DI TANGERANNG | 082114489669


Dokter kuret Kandungan Tangerang merupakan Dokter Kesehatan Reproduksi bagian Obstetri & Genekologi yang melayani proses menggugurkan kandungan yang ditangani Langsung oleh Dokter SpOG (Obstetri & Genekologi). Dokter kuret Tangerang Ditindak langsung oleh Dokter (SPOG) Proses 10-15 menit.Gratis Layanan Konsultasi Whatsapcall: +62821.1448.9669.

KAPAN BISA MULAI HAID SETELAH KURET ?
Kuret di Indonesia umumnya dilakukan untuk mengakhiri kehamilan karena alasan medis tertentu. Misalnya karena kematian janin dalam kandungan, bayi mengalami kelainan bawaan yang berat seperti anensefali, komplikasi kehamilan yang membahayakan kesehatan ibu, kehamilan akibat pemerkosaan, dan lainnya. Setelah kuret, Anda tentu saja akan kembali haid lagi karena janin yang ada di dalam perut sudah luruh dan keluar. Namun, kapan Anda akan haid kembali setelah aborsi tergantung pada jenis prosedur dan siklus menstruasi sebelumnya. Berikut ulasan jelasnya untuk Anda.

KAPAN WANITA BISA HAID LAGI SETELAH KURET ?
Dilansir dari laman Planned Parenthood, seorang wanita bisa kembali haid lagi dalam satu bulan setelah aborsi, mungkin juga lebih. Biasanya haid akan kembali dalam sekitar 4 sampai 6 minggu setelah prosedur. Namun kadang, butuh 2-3 siklus untuk membuat haid kembali normal seperti sedia kala.

Jangka waktu ini akan sangat bervariasi tergantung kondisi tubuh masing-masing orang. Sering kali, hormon kehamilan tetap ada selama beberapa minggu setelah kuret sehingga haid jadi terlambat datang. Akan tetapi jika setelah delapan minggu Anda belum juga haid, sebaiknya periksakan kondisi Anda di dokter untuk memastikan penyebabnya.

HAID MUNGKIN MASIH TIDAK TERATUR SETELAH KURET
Setelah kuret lewat bedah, durasi haid biasanya lebih pendek dari sebelumnya karena prosedur ini sepenuhnya mengosongkan rahim. Ketika rahim dikosongkan, maka jaringan rahim yang dikeluarkan lewat haid jadi lebih sedikit. Tak heran jika haid Anda jadi lebih cepat beberapa hari dari biasanya setelah kuret. Lain cerita dengan kuret yang menggunakan pil. Obat aborsi mengandung hormon sehingga bisa membuat haid pertama wanita setelahnya jadi lebih lama dari sebelumnya. Selain itu, perdarahan haid juga bisa lebih deras karena kemungkinan rahim masih punya jaringan tambahan untuk dikeluarkan setelahnya. Setelah kuret, wanita biasanya juga cenderung mengalami kram perut PMS yang lebih parah dari biasanya. Selain itu, gejala lain yang mungkin muncul yaitu:
  • Kembung
  • Sakit kepala
  • Payudara lembut jika disentuh
  • Nyeri otot
  • Mudah muruh
  • Kelelahan
Semua gejala di atas umumnya lumrah terjadi. Namun, pastikan saja bahwa darah tidak berbau busuk selama haid setelah kuret. Jika ya, mungkin ini adalah tanda infeksi di dalam tubuh.

BEDAKAN DARAH HAID DENGAN DARAH SETELAH KURET
Anda perlu tahu bahwa setelah kuret wanita pasti akan mengalami perdarahan. Mungkin sekilas terlihat seperti haid tetapi perdarahan setelah kuret bukanlah darah haid. Darah yang keluar ini merupakan jaringan rahim yang keluar dari kehamilan Anda yang digugurkan. Waktu perdarahannya bisanya tergantung pada jenis kuret yang dilakukan, apakah medis atau bedah. 

Pantangan dan Anjuran bagi Ibu yang Baru Menjalani Aborsi
Aborsi biasanya akan dilakukan oleh dokter jika kehamilan ibu membahayakan nyawanya. Setelah aborsi, tidak jarang ibu sedih, stres, dan tertekan. Belum lagi kondisi tubuhnya yang masih harus dijaga setelah aborsi. Maka itu, ada beberapa hal yang harus dan pantang dilakukan setelah aborsi. Apa saja?

APA YANG TERJADI BIASANYA SETELAH KURET ?
Muncul flek darah selama 3-6 minggu meskipun saat sedang tidak menstruasi. Bercak darah ini berbeda-beda tiap orang, ada yang dalam jumlah sedikit, ada juga yang banyak.Beberapa orang mengeluarkan gumpalan darah seperti yang bisa Anda temukan saat menstruasi. Gumpalan ini bentuknya bisa lebih besar dari biasanya. Perut terasa kram mirip seperti kram perut saat menstruasi, Rasa nyeri, bengkak dan tidak nyaman di payudara ,Beberapa hari setelah kuret merasa kelelahan

APA YANG SEBAIKNYA DI HINDARI SETELAH KURET ?
Setelah kuret, wanita kemungkinan akan lebih rentan terhadap infeksi sebab mereka masih memerlukan waktu untuk menutup leher rahim. Untuk mengurangi risikonya, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari, yakni jangan melakukan seks hingga melakukan penetrasi dan memasukan apapun ke vagina selama 1-2 minggu. Selain itu, sebaiknya tidak menggunakan kolam renang selama 1-2 minggu setelah kuret. Mandi juga tidak disarankan selama 48 jam setelah kuret. Sebab, jika vagina basah, ini bisa meningkatkan risiko infeksi.

Apa yang sebaiknya dilakukan setelah aborsi?
Anda harus banyak istirahat setelah aborsi. Biarkan tubuh Anda benar-benar pulih lalu baru beraktivitas seperti sedia kala. Ini dilakukan untuk mengurangi risiko terjadinya efek samping. Bahkan Anda membutuhkan waktu beberapa minggu untuk istirahat jika melakukan aborsi surgical pada usia kehamilan trimester 3. Bukan hanya istirahat fisik, Anda juga perlu untuk menghindari kegiatan yang membuat stres dan menguras emosi.

Selain itu, yang perlu Anda lakukan:
  • Memijat perut dengan lembut untuk membantu mengurangi rasa kram di area perut bawah
  • Memijat punggung agar lebih rileks
  • Menempelkan panas ke perut atau punggung untuk meredam nyeri. Anda bisa menempelkan botol yang berisi air panas, dan ditempelkan di perut. Jika terlalu panas, gunakan alas seperti serbet.
  • Menghabiskan obat dan antibiotik yang diresepkan dokter
  • Menggunakan obat pereda nyeri yang bisa dibeli tanpa resep  seperti ibuprofen jika rasa sakitnya sangat hebat. Namun, selanjutnya Anda harus segera kembali ke dokter.
  • Pantau suhu tubuh setidaknya selama 1 minggu ke depan. Sebab demam bisa menandakan adanya infeksi yang terjadi dalam tubuh.
  • Pastikan jadwal konsultasi ke dokter setelah operasi tidak terlewati
​Hubungi Klinik kuret Tangerang melalui WhatsApp 0821 1448 9669 untuk mendapatkan estimasi biaya, serta buat janji dokter spesialis terkait prosedur Vacum Aspirasi.

Silahkan Klik Link di Bawah ini :